Pojok Pengawasan Bawaslu Kota Batu Jadi Inovasi Literasi Demokrasi dalam Penilaian Lomba Perpustakaan Provinsi Jawa Timur
|
KOTA BATU – Komitmen menghadirkan ruang edukasi demokrasi yang dekat dengan masyarakat terus diwujudkan oleh Bawaslu Kota Batu melalui Pojok Pengawasan yang berada di Perpustakaan Nawasena, Kelurahan Ngaglik. Inovasi tersebut turut menjadi bagian dalam penilaian Lomba Perpustakaan Tingkat Provinsi Jawa Timur yang dilaksanakan pada Rabu (03/06/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Bawaslu Kota Batu, Yogi Eka Chalid Farobi, memaparkan urgensi kehadiran Pojok Pengawasan sebagai media edukasi kepemiluan dan pengawasan partisipatif yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat yang diawali dengan pemahaman dan literasi demokrasi yang baik.
"Pojok Pengawasan kami hadirkan sebagai ruang belajar bersama bagi masyarakat untuk mengenal kepemiluan, memahami pentingnya pengawasan partisipatif, serta menumbuhkan kesadaran dalam menjaga demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas," ujar Yogi.
Melalui Pojok Pengawasan, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi mengenai kepemiluan, regulasi pengawasan, bahan bacaan demokrasi, hingga edukasi mengenai pencegahan pelanggaran dan partisipasi publik dalam mengawal setiap tahapan pemilu. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara Bawaslu Kota Batu dengan Perpustakaan Nawasena dalam memperluas jangkauan pendidikan demokrasi kepada masyarakat.
Yogi menjelaskan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis sebagai pusat literasi yang tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran publik. Dengan adanya Pojok Pengawasan, perpustakaan berkembang menjadi wadah yang mendorong masyarakat untuk semakin memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara dalam kehidupan demokrasi.
Kolaborasi ini juga menjadi bukti bahwa penguatan pengawasan partisipatif dapat dilakukan melalui pendekatan edukatif yang inklusif dan berkelanjutan. Bawaslu Kota Batu berharap keberadaan Pojok Pengawasan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kualitas demokrasi, sekaligus menjadi contoh sinergi antara lembaga pengawas pemilu dan perpustakaan dalam membangun budaya demokrasi di tengah masyarakat.
Melalui semangat kolaborasi bersama Perpustakaan Nawasena, Bawaslu Kota Batu terus berkomitmen menghadirkan ruang-ruang pembelajaran yang mudah diakses, sehingga literasi demokrasi dan budaya pengawasan partisipatif dapat tumbuh semakin kuat di Kota Batu.
Penulis : Imam
Editor : Humas