Lompat ke isi utama

Berita

Mardiono Jadi Narasumber Diskusi Publik UNISMA, Dorong Penyelesaian Konflik Pilkada Berbasis Kearifan Lokal

diskusi publik

MALANG – Anggota Bawaslu Kota Batu, Mardiono, menjadi narasumber dalam Diskusi Publik bertema “Model Penyelesaian Konflik Pemilihan Kepala Daerah Berdasar Kearifan Lokal” yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Islam Malang (UNISMA). Kegiatan ini menjadi wadah bertukar gagasan antara akademisi, penyelenggara pemilu, mahasiswa, dan masyarakat dalam memperkuat kualitas demokrasi melalui pendekatan berbasis budaya lokal (18/06/2026).

Dalam paparannya, Mardiono menekankan bahwa penyelesaian konflik dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah tidak hanya dapat dilakukan melalui mekanisme hukum formal, tetapi juga perlu memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal yang telah lama hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, budaya musyawarah, semangat gotong royong, serta penyelesaian permasalahan secara kekeluargaan merupakan modal sosial yang dapat menjadi pelengkap dalam menciptakan proses demokrasi yang damai dan berkeadilan.

"Kearifan lokal memiliki nilai-nilai yang mampu memperkuat penyelesaian konflik secara damai. Ketika dipadukan dengan mekanisme hukum yang berlaku, pendekatan ini dapat menciptakan proses penyelesaian sengketa yang lebih efektif, partisipatif, dan diterima oleh masyarakat," ujar Mardiono.

Ia menjelaskan bahwa setiap daerah memiliki karakteristik sosial dan budaya yang berbeda. Oleh karena itu, penyelesaian konflik pemilihan perlu mempertimbangkan konteks lokal tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip hukum, demokrasi, dan keadilan.

Mardiono juga menegaskan bahwa menjaga harmonisasi sosial pasca-pemilihan merupakan tanggung jawab bersama. Perbedaan pilihan politik hendaknya tidak menjadi penyebab terpecahnya persatuan masyarakat, melainkan menjadi bagian dari dinamika demokrasi yang harus disikapi dengan kedewasaan.

Diskusi publik tersebut berlangsung interaktif dengan membahas berbagai perspektif mengenai potensi konflik dalam pemilihan kepala daerah, tantangan penyelesaiannya, serta peluang penerapan nilai-nilai lokal sebagai salah satu pendekatan untuk memperkuat kualitas demokrasi di Indonesia.

Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi antara dunia akademik dan penyelenggara pemilu dalam mengembangkan kajian mengenai kepemiluan. Melalui forum ilmiah seperti ini, diharapkan lahir berbagai gagasan konstruktif yang dapat menjadi referensi dalam penyempurnaan sistem demokrasi dan penyelenggaraan pemilihan di masa mendatang.

Bawaslu Kota Batu menyambut baik sinergi dengan perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi kepemiluan dan memperluas ruang diskusi mengenai demokrasi. Kolaborasi dengan kalangan akademisi dinilai penting untuk menghasilkan pemikiran-pemikiran inovatif yang mampu menjawab tantangan penyelenggaraan pemilu dan pemilihan yang semakin kompleks.

Melalui partisipasi dalam diskusi publik ini, Bawaslu Kota Batu kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan demokrasi yang damai, inklusif, dan berkelanjutan melalui penguatan literasi kepemiluan, pengawasan partisipatif, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi.

Penulis : Imam
Editor : Humas