Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Batu Gelar Jagongan Demokrasi, Perkuat Partisipasi Masyarakat dalam Mengawal Demokrasi

jagongan demokrasi

 

KOTA BATU – Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan partisipatif, Bawaslu Kota Batu menyelenggarakan Jagongan Demokrasi yang diikuti oleh peserta Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) Kota Batu pada Jumat (26/06/2026). Kegiatan ini menjadi ruang diskusi yang terbuka dan interaktif untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai peran masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.

Jagongan Demokrasi merupakan salah satu media edukasi yang dikembangkan Bawaslu Kota Batu untuk membangun budaya dialog, berbagi gagasan, serta meningkatkan literasi kepemiluan di tengah masyarakat. Melalui forum ini, peserta diajak berdiskusi mengenai berbagai isu demokrasi, tantangan pengawasan pemilu, serta pentingnya keterlibatan publik dalam mengawal setiap tahapan pemilu dan pemilihan.

Ketua Bawaslu Kota Batu, Supriyanto, menyampaikan bahwa demokrasi yang berkualitas hanya dapat terwujud apabila masyarakat memiliki kesadaran dan kemauan untuk terlibat aktif dalam proses pengawasan.

"Pengawasan pemilu bukan semata-mata menjadi tanggung jawab Bawaslu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Melalui Jagongan Demokrasi ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa setiap warga negara memiliki peran penting dalam menjaga proses demokrasi agar tetap jujur, adil, dan berintegritas," ujar Supriyanto.

Dalam suasana diskusi yang hangat, peserta Pendidikan Pengawasan Partisipatif diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta berdiskusi mengenai berbagai isu kepemiluan. Interaksi tersebut menjadi wadah untuk memperkaya pemahaman peserta sekaligus mendorong lahirnya gagasan-gagasan yang konstruktif dalam memperkuat pengawasan partisipatif.

Anggota Bawaslu Kota Batu, Yogi Eka Chalid Farobi, menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor utama dalam mencegah terjadinya pelanggaran pemilu. Menurutnya, masyarakat yang memiliki literasi demokrasi yang baik akan lebih peka terhadap potensi pelanggaran serta berani mengambil peran dalam menjaga integritas proses demokrasi.

"Melalui Pendidikan Pengawasan Partisipatif dan Jagongan Demokrasi, kami ingin menciptakan agen-agen pengawasan di tengah masyarakat. Harapannya, peserta tidak hanya memahami regulasi kepemiluan, tetapi juga mampu menjadi pelopor dalam menyebarkan nilai-nilai demokrasi, mengedukasi lingkungan sekitarnya, dan berpartisipasi aktif dalam mengawal setiap tahapan pemilu," jelas Yogi.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat jejaring antara Bawaslu Kota Batu dengan masyarakat, khususnya para peserta Pendidikan Pengawasan Partisipatif. Sinergi tersebut diharapkan terus berlanjut melalui berbagai kegiatan edukasi, diskusi, dan kolaborasi dalam rangka meningkatkan kualitas demokrasi di Kota Batu.

Bawaslu Kota Batu berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang-ruang pembelajaran yang inklusif dan partisipatif sebagai bagian dari penguatan demokrasi. Melalui Jagongan Demokrasi, masyarakat didorong untuk menjadi bagian dari solusi dalam menjaga proses pemilu yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Dengan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif masyarakat, Bawaslu Kota Batu optimistis budaya pengawasan partisipatif akan semakin tumbuh dan mengakar. Sebab, demokrasi yang berkualitas lahir dari masyarakat yang sadar akan hak dan kewajibannya, peduli terhadap proses demokrasi, serta berani bersama-sama mengawal setiap tahapan pemilu demi terwujudnya demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat.

Penulis : Imam
Editor : Humas