Yogi Eka Chalid Farobi Paparkan Strategi Penguatan Gerakan Pengawasan Partisipatif pada Forum P2PP se-Indonesia
|
Kota Batu – Anggota Bawaslu Kota Batu, Yogi Eka Chalid Farobi, S.Sos, menjadi salah satu pemapar dalam kegiatan Forum Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2PP) se-Indonesia yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (12/11/2025). Dalam forum tersebut, Yogi membawakan materi berjudul “Teknis Pengembangan Gerakan Pengawasan Partisipatif serta Penguatan Jaringan dan Pemberdayaan Komunitas”.
Dalam paparannya, Yogi menjelaskan pentingnya membangun gerakan pengawasan partisipatif yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu bukan hanya sebatas kegiatan simbolik, melainkan harus menjadi bagian dari budaya demokrasi yang hidup di tengah masyarakat.
“Gerakan pengawasan partisipatif harus menyentuh semua lapisan masyarakat, termasuk komunitas, pelajar, hingga kelompok marginal. Dari sana akan tumbuh kesadaran bersama untuk menjaga integritas proses demokrasi,” ujar Yogi.
Lebih lanjut, Yogi juga menguraikan strategi teknis dalam mengembangkan jaringan pengawasan berbasis komunitas. Menurutnya, penguatan jaringan ini dapat dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dengan lembaga pendidikan, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas digital.
“Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Kita perlu memperkuat ekosistem pengawasan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat agar gerakan ini tidak berhenti di satu momentum, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan,” imbuhnya.
Forum P2PP se-Indonesia tersebut diikuti oleh jajaran Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia, dengan tujuan memperkuat kapasitas pengawas dalam menjalankan pendidikan politik partisipatif. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengembangan model pengawasan partisipatif di berbagai daerah.
Yogi menutup paparannya dengan menegaskan pentingnya sinergi dan inovasi dalam pemberdayaan komunitas sebagai garda depan dalam menciptakan pemilu yang bersih dan berintegritas.
“Pemberdayaan komunitas adalah kunci. Dengan masyarakat yang sadar dan terlibat aktif, kita bisa membangun pengawasan yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga berakar secara kultural,” pungkasnya.
Melalui forum nasional tersebut, Bawaslu Kota Batu terus memperluas kontribusinya dalam pengembangan strategi pengawasan partisipatif, sekaligus menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan politik masyarakat yang berintegritas dan berkeadilan.
Penulis : Imam
Editor : Humas