Lompat ke isi utama

Berita

Sobosekolah, Yogi Ajak Pemilih Muda Tolak Hoaks, Kampanye Hitam, dan Politisasi SARA

sobosekolah

KOTA BATU – Bawaslu Kota Batu terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda melalui kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif di SMA Immanuel Kota Batu. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran politik dan pengawasan partisipatif sejak dini, khususnya bagi para pelajar yang akan menjadi pemilih pada pemilu mendatang (08/06/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu Kota Batu, Yogi Eka Chalid Farobi, menegaskan bahwa pemilih muda memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, generasi muda tidak hanya memiliki hak untuk memilih, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga proses demokrasi agar berlangsung secara jujur, adil, dan berintegritas.

"Pemilih muda adalah garda terdepan dalam menjaga kualitas demokrasi. Karena itu, jadilah pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya, beranilah menolak kampanye hitam, dan jangan pernah terpengaruh oleh politisasi SARA yang dapat memecah persatuan bangsa," ujar Yogi di hadapan para siswa.

Dalam pemaparannya, Yogi menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi memberikan kemudahan dalam memperoleh berbagai informasi, namun juga menghadirkan tantangan berupa maraknya penyebaran hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian. Oleh sebab itu, para pelajar diharapkan memiliki kemampuan untuk memverifikasi setiap informasi sebelum mempercayai ataupun menyebarkannya.

Selain itu, Yogi mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pilihan politik. Menurutnya, demokrasi harus menjadi ruang untuk berkompetisi secara sehat tanpa mengorbankan nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan kebhinekaan.

Kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif ini juga memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai peran Bawaslu dalam mengawasi setiap tahapan pemilu serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah berbagai bentuk pelanggaran pemilu. Melalui pendekatan yang interaktif, para peserta diajak berdiskusi mengenai tantangan demokrasi di era digital serta langkah-langkah yang dapat dilakukan generasi muda untuk menjaga kualitas pemilu.

Bawaslu Kota Batu berharap kegiatan ini mampu meningkatkan literasi demokrasi di kalangan pelajar sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa setiap warga negara memiliki peran dalam mengawal jalannya demokrasi.

Melalui pendidikan pengawasan partisipatif, Bawaslu Kota Batu berkomitmen mencetak generasi muda yang tidak hanya memahami hak dan kewajibannya sebagai pemilih, tetapi juga memiliki keberanian untuk menolak kampanye hitam, melawan penyebaran hoaks, serta menjaga persatuan dengan tidak terpengaruh oleh politisasi SARA. Dengan demikian, diharapkan lahir pemilih-pemilih muda yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab demi terwujudnya demokrasi yang sehat, damai, dan bermartabat.

 

Penulis : Imam
Editor : Humas