#Kolokium Penanganan Pelanggaran, Mardiono : Penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa adalah bagian penting dari fungsi Bawaslu dalam menjaga keadilan pemilu
|
Batu, 30 April 2025 — Bawaslu Kota Batu kembali menyelenggarakan kegiatan kolokium sebagai bagian dari penguatan literasi kepemiluan dan pengawasan partisipatif. Bertempat di Kantor Bawaslu Kota Batu, kolokium kali ini mengangkat tema “Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Pemilu” yang diikuti oleh para mahasiswa peserta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Universitas Brawijaya.
Kegiatan ini menghadirkan Mardiono, S.HI., M.H, Anggota Bawaslu Kota Batu yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (PPPS) sebagai narasumber utama. Dalam sesi diskusi ilmiah tersebut, Mardiono menyampaikan materi terkait kerangka hukum, prosedur, serta tantangan aktual dalam penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa dalam pemilu dan pilkada.
“Penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa adalah bagian penting dari fungsi Bawaslu dalam menjaga keadilan pemilu. Proses ini membutuhkan ketelitian hukum, kecepatan penanganan, dan profesionalitas dalam setiap tahapannya,” ujar Mardiono.
Ia menjelaskan klasifikasi pelanggaran yang ditangani oleh Bawaslu, mulai dari pelanggaran administrasi, kode etik, pidana pemilu, hingga pelanggaran hukum lainnya. Selain itu, dibahas pula mekanisme penyelesaian sengketa proses antar peserta pemilu yang memerlukan penyikapan cepat, adil, dan berbasis regulasi.
Para mahasiswa MBKM tampak antusias mengikuti jalannya kolokium. Mereka aktif bertanya mengenai kasus-kasus pelanggaran yang pernah terjadi, peran masyarakat dalam pelaporan pelanggaran, hingga tantangan aktual dalam menangani sengketa selama tahapan pemilu berlangsung.
Kegiatan kolokium ini tidak hanya menjadi wadah edukasi, tetapi juga sarana mempererat hubungan kelembagaan antara Bawaslu dengan dunia akademik. Mahasiswa diajak memahami secara langsung kerja-kerja teknis pengawasan pemilu, khususnya dalam aspek hukum dan penyelesaian konflik kepemiluan.
Dengan terselenggaranya kolokium ini, Bawaslu Kota Batu berharap mahasiswa dapat menjadi bagian dari gerakan pengawasan partisipatif yang tidak hanya kritis secara akademis, tetapi juga peduli terhadap integritas demokrasi di tingkat lokal maupun nasional.
Penulis : Imam
Editor : Humas