Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Batu Sosialisasikan Pengawasan Partisipatif Bersama Rumah Inklusi, Yogi: Jamin Kelompok Rentan Terfasilitasi Penuh pada Pemilu 2029

ss

Kota Batu, 21 Agustus 2026 — Bawaslu Kota Batu terus memperkuat komitmen mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang inklusif dan partisipatif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bersama Rumah Inklusi Kota Batu, yang menjadi ruang dialog untuk mendorong keterlibatan kelompok rentan dalam mengawal demokrasi menuju Pemilu 2029.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kota Batu memperluas pendidikan pengawasan partisipatif kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya. Bawaslu memandang bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses informasi, berpartisipasi, serta memberikan kontribusi dalam proses demokrasi.

Anggota Bawaslu Kota Batu, Yogi Eka Chalid Farobi, S.Sos, menyampaikan bahwa inklusivitas merupakan bagian penting dalam membangun pengawasan pemilu yang kuat. Menurutnya, kelompok rentan tidak boleh hanya menjadi objek dalam setiap tahapan demokrasi, tetapi harus diberikan ruang untuk terlibat secara aktif.

“Bawaslu Kota Batu menjamin bahwa seluruh kelompok rentan harus mendapatkan fasilitasi secara penuh dalam pelaksanaan Pemilu 2029. Tidak boleh ada satu pun warga negara yang kehilangan haknya untuk berpartisipasi hanya karena adanya keterbatasan akses,” ujar Yogi.

Yogi menambahkan, pemilu yang inklusif tidak hanya berbicara mengenai aksesibilitas pada hari pemungutan suara, tetapi juga mencakup akses terhadap informasi kepemiluan, pendidikan politik, serta ruang partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan.

Menurutnya, keterlibatan kelompok rentan justru dapat memperkuat kualitas pengawasan partisipatif. Pengalaman dan perspektif yang dimiliki kelompok tersebut penting untuk mengidentifikasi berbagai potensi kerawanan maupun hambatan yang mungkin terjadi dalam penyelenggaraan pemilu.

“Pengawasan partisipatif harus dibangun bersama. Kami ingin memastikan kelompok rentan memiliki ruang yang sama untuk menyampaikan aspirasi, memberikan informasi, dan ikut mengawasi proses demokrasi. Karena demokrasi yang baik adalah demokrasi yang tidak meninggalkan siapa pun,” jelasnya.

Melalui sosialisasi tersebut, Bawaslu Kota Batu juga mendorong Rumah Inklusi dan masyarakat untuk menjadi bagian dari jejaring pengawasan partisipatif. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan dalam menyampaikan kebutuhan kelompok rentan sekaligus memperkuat komunikasi antara masyarakat dengan lembaga pengawas pemilu.

Bawaslu Kota Batu berkomitmen untuk terus membangun lingkungan pemilu yang ramah, mudah diakses, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warga negara. Persiapan menuju Pemilu 2029 menjadi momentum untuk memastikan prinsip inklusivitas telah dibangun sejak jauh hari, bukan hanya ketika tahapan pemilu berlangsung.

Dengan penguatan pendidikan pengawasan partisipatif dan kolaborasi bersama komunitas inklusi, Bawaslu Kota Batu berharap semakin banyak masyarakat yang memahami hak dan perannya dalam demokrasi. Pemilu 2029 diharapkan menjadi pemilu yang semakin inklusif, partisipatif, dan mampu memastikan seluruh warga negara mendapatkan kesempatan yang setara untuk berkontribusi dalam pengawasan demokrasi.

Penulis : Imam

Editor : Humas