Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Batu Resmikan Pojok Pengawasan Bersama Perpustakaan Nawasena, Perkuat Literasi Demokrasi Masyarakat

pojokpengawasan

Kota Batu – Sebagai upaya memperluas pendidikan demokrasi dan mendorong tumbuhnya budaya pengawasan partisipatif, Bawaslu Kota Batu bersama Perpustakaan Nawasena Kelurahan Ngaglik menghadirkan Pojok Pengawasan sebagai ruang literasi demokrasi yang dapat diakses oleh masyarakat. Program kolaboratif tersebut diresmikan pada Kamis (07/05/2026) sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat partisipasi publik dalam mengawal demokrasi.

Pojok Pengawasan menjadi sarana edukasi yang menyediakan berbagai informasi mengenai kepemiluan, tugas dan fungsi Bawaslu, pengawasan partisipatif, serta beragam referensi tentang demokrasi yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mendekatkan informasi kepemiluan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan budaya literasi, khususnya di kalangan generasi muda.

Ketua Bawaslu Kota Batu, Supriyanto, menyampaikan bahwa penguatan demokrasi tidak hanya dilakukan melalui pengawasan pada setiap tahapan pemilu, tetapi juga melalui pendidikan politik dan peningkatan literasi masyarakat secara berkelanjutan.

"Pojok Pengawasan merupakan ruang edukasi yang kami hadirkan agar masyarakat semakin mudah memperoleh informasi mengenai demokrasi dan kepemiluan. Kami berharap fasilitas ini dapat menjadi media pembelajaran yang mendorong masyarakat untuk lebih aktif berpartisipasi dalam mengawal jalannya demokrasi," ujar Supriyanto.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kota Batu sekaligus Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H), Yogi Eka Chalid Farobi, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Perpustakaan Nawasena merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan pendidikan pengawasan partisipatif.

"Perpustakaan merupakan pusat literasi yang dekat dengan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga menjadi tempat berdiskusi, belajar, dan membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga demokrasi melalui pengawasan partisipatif," jelas Yogi.

Selain menyediakan berbagai referensi kepemiluan dan demokrasi, Pojok Pengawasan juga akan menjadi wadah pelaksanaan berbagai kegiatan edukatif, seperti diskusi publik, sosialisasi kepemiluan, pendidikan pengawasan partisipatif, hingga kegiatan literasi yang melibatkan pelajar, mahasiswa, komunitas, dan masyarakat umum.

Melalui kolaborasi ini, Bawaslu Kota Batu dan Perpustakaan Nawasena Kelurahan Ngaglik berharap dapat membangun budaya demokrasi yang semakin kuat di tengah masyarakat. Dengan meningkatnya literasi demokrasi, masyarakat diharapkan semakin memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara serta memiliki kesadaran untuk berpartisipasi aktif dalam mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.

Komitmen bersama ini menjadi bukti bahwa penguatan demokrasi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Melalui Pojok Pengawasan, Bawaslu Kota Batu terus mendorong lahirnya masyarakat yang kritis, partisipatif, dan peduli terhadap masa depan demokrasi Indonesia.

Penulis : Imam
Editor : Humas